Kiat-kiat Membentuk Keluarga Islami yang Harmonis

Konsultan Spiritual & Pakar Ilmu Hikmah

Kiat-kiat Membentuk Keluarga Islami yang Harmonis

Kiat-kiat Membentuk Keluarga Islami yang Harmonis Keluarga merupakan tempat kita untuk berkeluh kesah, merasa aman, menemukan kebahagiaan dan juga tempat kita untuk pulang. Alangkah senangnya bukan bila kita memiliki keluarga yang harmonis? Menurut agama Islam, keluarga yang harmonis adalah yang sakinah mawaddah wa rahmah. Artinya, dalam membangun keluarga harus didasari dengan cinta dan kasih sayang antar sesama anggota keluarga.

Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad SAW senang menghabiskan waktu luang bersama dengan keluarga yang Ia cintai, serta selalu mengingatkan untuk selalu berada di jalan yang benar. Berikut ini kami akan memberikan kiat-kiat jitu dalam membentuk keluarga islami yang harmonis seperti Nabi Muhammad SAW. Yuk kita simak ulasannya!

 

Hubungan Suami Istri yang Baik

Suami dan istri merupakan tiang utama dalam suatu keluarga. Ketika kita telah menikah dan memiliki anak, suami istri akan berperan sebagai orang tua. Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi kita juga harus menjadi teladan untuk anak-anak kita kelak. Untuk membentuk keluarga islami yang harmonis, hubungan suami istri harus memiliki komunikasi yang baik antar satu sama lain.

Suami dan istri harus sama-sama mengerti akan tugas dan kewajiban apa saja yang harus mereka lakukan dalam membina rumah tangga. Hendaklah mereka menopang satu sama lain dalam cinta dan kasih sayang. Jika hubungan antar suami dan istri berjalan dengan baik, maka anak juga akan merasa tentram dan bahagia. Sebaliknya, bila saling bertengkar maka hal tersebut akan berdampak buruk pada tumbuh dan kembang anak.

 

Mendekatkan Diri Kepada Allah

Hubungan yang baik dengan Allah juga merupakan salah satu kunci utama dalam membentuk keluarga islami harmonis. Hubungan yang baik dengan Allah tentunya akan berdampak positif kepada hubungan kekeluargaan. Kita akan menjadi pribadi yang semakin bersyukur dan memandang kehidupan sebagai anugerah. Walaupun terkadang agak sulit dalam melakukan hal tersebut, insyaallah dengan hati yang bersungguh-sungguh dan taat, kita pasti bisa melakukannya.

Beberapa contoh kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan tidak meninggalkan sholat  5 waktu, berpuasa, mengaji, bersedekah, tilawah dan banyak membantu orang lain. Hindarilah sifat maksiat yang bisa memancing kita untuk berbuat dosa, karena akan sangat sulit membangun suatu hubungan yang harmonis dalam keluarga bila tidak mendekatkan diri pada Allah.

 

Memberikan Perhatian Antar Satu Sama Lain

Perhatian dalam keluarga juga faktor yang sangat mendukung untuk mewujudkan impian kita membentuk keluarga harmonis. Kita harus peka dan perduli jika salah satu anggota keluarga kita ada yang sedih, saling mendukung dan memberikan motivasi disaat jatuh, memberikan perhatian jika ada anggota keluarga yang sakit, serta saling melindungi satu sama lain. Dengan begitu kita akan berhasil membentuk keluarga islami yang bahagia.

 

Saling Memaafkan

Ada kalanya kita akan mengalami berbagai masalah dalam keluarga yang mengakibatkan munculnya pertengkaran-pertengkaran kecil. Hal itu sangatlah wajar, kehadiran masalah ibarat bumbu pelengkap dalam keluarga yang bisa mempererat hubungan bila kita dapat menyikapinya dengan baik. Kita harus saling memaafkan dan tidak mengungkit-ungkit kesalahan. Saling memberitahu bila ada yang salah dan menasihati agar kembali ke jalan yang benar.

Itulah beberapa kiat-kiat untuk membentuk keluarga islami harmonis, dalam melakukan tips di atas memang dibutuhkan ketekunan dan kelapangan hati. Namun, bila kita telah berhasil melakukannya, maka keluarga yang harmonis dan menyenangkan akan terwujud pada keluarga kita. Semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang mengalami permasalahan dalam rumah tangga maupun hubungan asmara, solusi dari kami bisa menggunakan amalan Mahabbah dari Mbak Hidayah, yang bermanfaat untuk membuat hubungan kembali harmonis, silahkan klik Gambar Dibawah Ini

 

WhatsApp Mbak Hidayah